31 Desember 2019 07:51:00
Ditulis oleh Admin Desa

Sejarah Desa

Sejarah Desa Prambontergayang

Konon pada zaman dahulu yaitu masa kerajaan Mataram kuno sekitar abad ke XIV tersuratlah sebuah kisah tentang asal-usul sebuah peradaban, berawal dari sebuah daerah terpencil tepatnya di pedukuan Kenduruan. Dipagi yang masih buta tampaklah dua pemuda bersaudara yang sedang berkemas-kemas menyiapkan bekal seadanya untuk berangkat mengembara mencari jati diri dan makna kehidupan serta ingin lebih mendekatkan diri kepada Sang Hyang  Widi Wasa Pencipta Alam Semesta.  Dari kedua pemuda itu sang kakak bernama Kromo Sentiko dan sang adik bernama Kromo Rewok. Setelah berembuk sesaat mereka kemudian memutuskan untuk memulai pengembaraannya berjalan ke arah selatan menyusuri sungai menerobos lebatnya hutan jati yang masih perawan yang sama sekali belum pernah dirambah manusia.

Tepat tujuh hari dalam perjalanan maka sampailah mereka pada suatu tempat yang dihuni oleh ratusan monyet (krapyak), anehnya monyet-monyet itu hanya berkumpul di satu pohon gayam besar yang tak jauh dari sungai dan di bawah pohon itu ada sebuah Perabon tua. Seiring berjalannya waktu hingga suatu saat tibalah seorang penadatang yang menghadap pada Kromo Sentiko namanya Kromo Genjit, sebagai pendatang baru Kromo Genjit merasa berkewajiban menghadap Kromo Sentiko sebagai wujud rasa hormat kepada tetua yang babad tempat itu, adapun maksud kedatangan Kromo Genjit adalah meminta ijin pada Kromo Sentiko untuk babad alas di sebelah utara sungai, permintaan itupun oleh Kromo Sentiko langsung disetujui. Keesokan harinya Kromo Genjit memulai pekerjaannya membuka hutan, anehnya di tempat itu sangat banyak ditumbuhi pohon Gayam sementara daerah sekitar yang tumbuh kebanyakan adalah pohon jati, hingga akhirnya oleh Kromo Genjit tempat itu diberi nama pedukuhan Gayam.

Singkat cerita dari ketiga pedukuhan tersebut telah mengalami perubahan dan pemekaran hingga menjadi dua Kelurahan yang membawahi beberapa pedukuhan kecil. Yang pertama Kelurahan Prambon (diambil dari kata Perabon) dan membawahi tiga pedukuhan kecil yaitu Dukuh Banaran, Dukuh Karang tawang (yang kemudian berganti nama menjadi Jalin) dan yang terakhir Dukuh Sawahan. Kelurahan yang kedua bernama Kelurahan gayam yang membawahi dua pedukuhan kecil yaitu Kenti dan Dalwo. Kemudian pada masa Orde Baru yaitu pada masa pemerintahan Kepala Desa Talkah terjadi penggabungan dua kelurahan tersebut menjadi satu Desa dan diberi nama PRAMBONTERGAYANG, yang diambil dari kata Prambon diateri Gayam (Gayang).

Sejarah Desa Prambontergayang sendiri ada  berbagai versi, disini penulis mencoba merangkai cerita yang didengar sendiri dari salah satu narasumber tokoh masyararakat desa Prambontergayang, adapun kebenarannya hanya pencipta yang tau  Allahu a'lam.

(Nara sumber : Alm. Bpk. Tarsilan)



Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus